Saturday, December 30, 2017

Perbedaan pewarna alami dan pewarna buatan atau sintetis beserta contoh pewarna alami

Perbedaan pewarna alami dan pewarna buatan atau sintetis beserta contoh pewarna alami

v  Pewarna alami :
1.        Warnanya tahan lama
2.       Harganya mahal
3.       Susah didapat
4.       Ramah lingkungan dan dapat dikonsumsi
5.       Warna yang dihasilkan berwarna muda
6.       Proses penyerapan warna ke kainnya lama (5-10 kali proses penyerapan )
7.       Tidak membutuhkan proses waterglass (penguncian warna)

v  Pewarna buatan / sintetis
1.       Mudah didapat dan berharga murah
2.       Warna yang dihasilkan berwarna cerah
3.       Warnanya tidak tahan lama dan mudah pudar
4.       Tidak dapat dikonsumsi dan tidak ramah lingkungan
5.       Membutuhkan proses waterglass
6.       Penyerapan warnanya cepat

Jenis-jenis pewarna alami
Ø  Gambir
1.       Warna yang dihasilkan : merah tua / kecoklatan
2.       Bagian : getah
Ø  Mahoni
1.       Warna yang dihasilkan : coklat
2.       Bagian :kulit pohon
Ø  Secang
1.       Warna yang dihasilkan : pink
2.       Bagian : daging pohon
Ø  Kelapa
1.       Warna yang dihasilkan :coklat
2.       Bagian : serabut
Ø  Mengkudu
1.       Warna yang dihasilkan :cream
2.       Bagian : buah
Ø  Indigo
1.       Warna yang dihasilkan :biru
2.       Bagian :daun dan bunga
Ø  Jati
1.       Warna yang dihasilkan : merah kecoklatan / ungu
2.       Bagian :daun
Ø  Tengger
1.       Warna yang dihasilkan :kuning
2.       Bagian : daging pohon
Ø  Mangga
1.       Warna yang dihasilkan : hijau
2.       Bagian : daun
Ø  Tea / teh
1.       Warna yang dihasilkan :merah muda / orange
2.       Bagian: daun
Ø  Tingi
1.       Warna yang dihasilkan : merah
2.       Bagian : kulit pohon
Ø  Bixa
1.       Warna yang dihasilkan : merah dan kuning
2.       Bagian : daun
Ø  Menteng
1.       Warna yang dihasilkan :hijau
2.       Bagian :buah
Ø  Ketapang
1.       Warna yang dihasilkan :kuning kecoklatan dan hitam
2.       Bagian : daun daun akar
Ø  Kunyit
1.       Warna yang dihasilkan : kuning
2.       Bagian :umbi
Ø  Manggis
1.       Warna yang dihasilkan : biru dan ungu
2.       Bagian :kulit buah
Ø  Angsara
1.       Warna yang dihasilkan :kuning muda
2.       Bagian :daging pohon
Ø  Pinang
1.       Warna yang dihasilkan : orange
2.       Bagian :buah
Ø  Suji
1.       Warna yang dihasilkan :hijau muda
2.       Bagian :daun
Ø  Safflower
1.       Warna yang dihasilkan :kuning

2.       Bagian :bunga

Friday, December 29, 2017

Pengertian,Jenis,Fungsi dan Tujuan Peta

Pengertian,Jenis,dan Fungsi dan Tujuan Peta

1.   Pengertian Peta
Pengertian peta secara umum adalah rupa permuakaan bumi yang digambarkan menggunakan suatu sistemproyeksi dengan skala tertentusehingga dapat disajikan dalam bidang datar. Adapun menurut Perhimpunan Kartografi Internasional,peta merupakan gambaran atau representasi unsur-unsurkenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi,dalam kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Beberapa contoh peta adalah peta dunia yang menggambarkan letak dan batas Negara, peta persebaran hewan dan tumbuhan, dan peta astronomi.
2.   Jenis-jenis peta
Ada berbagai jenis peta, di antaranya peta foto dan garis. Peta foto dihasilkan dari mozaik gabungan foto udara atau citra satelityang sudah terkoreksi secara geometris. Peta foto dilengkapi dengan garis kontur , toponimi, dan legenda. Adapun peta garis menyajikan kenampakan alami dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis , dan area luasan.
              Berdasarkan isi atau informasi yang disajikan, peta  dapat dikelompokkan atas peta umum atau peta ikhtisar dan peta tematik.
a)      Peta korografi adalah peta yang menampilkan permukaan seluruh atau bagian permukaan bumi secara umum. Biasanya memiliki skala sedang.
b)      Peta topografi adala peta yang menampilkan relief atau bentuk muka bumi.
c)       Peta tematik adalah menggambarkan kenampakan fenomena tertentu dipermukaan bumi.

3.   Fungsi dan Tujuan Peta
1.       Fungsi pembuatan peta
·         Menunjukkan posisi atau lokasi suatu wilayah dimuka bumi.
·         Memperlihatkan atau menggambarkan fenomena fenomena dan bentuk bentuk pada permukaan bumi
·         Memperlihatkan ukuran, luas daerah, dan jarak dipermukaan bumi
·         Menyajikan informasi dalam konteks keruangan.

2.        Tujuan Peta
·         Membantu suatu pekerjaan , misalnya untuk kontruksi jalan, navigasi, atau perencanaan
·         Analisis data spasial
·         Menyimpan informasi
·         Membantu dalam pembuatan suatu desain
·         Komunikasi informasi ruang.


Tata Tertib Laboratorium dan Langkah-Langkah Keselamatan Kerja di Laboratorium

Tata Tertib Laboratorium dan Langkah-Langkah Keselamatan Kerja di Laboratorium

Praktikum biologi dapat dilaksanakan di laboratorium maupun diluar laboratorium. Praktikum biologi diluar laboratorium dapat dilaksanakan di green house (rumah untuk koleksi tanaman dengan dinding dan atap transparan), dikebun, di halaman sekolah, dan sebagainya sesui dengan jenis praktikumnya. Praktikum didalama laboratorium berbeda dengan praktikum di luar laboratorium. Bekerja dalam ruang laboratorium harus memperhatikan beberapa aturas yang meliputi tata tertib penggunaan laboratorium dan langkah-langkah keselamatan kerja.

A.Tata Tertib Penggunaan Laboratorium
1. Gunakan baju khusus praktikum untuk melindungi tubuh dan baju seragam sekolah dari kontaminasi zat-zat kimia.
2. Diatas meja kerja, hanya diperbolehkan meletakkan buku, alat tulis, bahan, dan alat praktikum.
3. Jangan mencoba memegang alat dan bahan yang tidak diperlukan yang ada di laboratorium.
4. Tidak makan dan minum didalam laboratorium.
5. Pengambilan zat sejumlah yang diperlukan, jangan berlebihan.
6. Setelah selesai bekerja, bersihkan alat-alat,meja dan ruangan.
7.  Pisahkan sampah padat dan sampah cair. Sampah cair dapat dibuang dibak saluran air,sedangkan sampah padat dibuang ke tempat sampah.
8. Sisa pengambilan zat sebaiknya dibuang, jangan dimasukkan kembali ke botol asal.
9. Sebelum meninggalkan ruangan, sebaiknya teliti kembali keadaan dalam labolatorium.

B. Langkah-Langkah Keselamatan Kerja Di Laboratorium
1.       Keselamatan Kerja
   Hal-hal berikut perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan kerja di laboratorium.
a) Sebelum praktikum,sebaiknya minum segelas susu untuk menetralkan tubuh dari pengaruh kontaminasi zat-zat kimia.
b)  Kenakan penutup hidung dan mulut,kacamata,serta sarung tangan saat mengambil zat-zat kimia yang mudah menguap dan berbahaya.
c)  Gunakan alat bantu, seperti pipa kaca, pipet tetes, sendok plastic, atau pinset untuk mengambil zat atau bahan
d)  Hati-hati saat menggunakan dan membawa alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca.
e)  Jika ada bagian tubuh yang terkena zat kimia,segera basuh dengan air
f)   Gunakan obat-obat P3K saat ada yang terluka
g)  Segera muntahkan jika ada zat-zat kimia yang masuk kedalam mulut
h)  Jangan mencium zat kimia secara langsung
i)  Arahkan mulut tabung menjauhi badan ketika memanaskan zat didalam tabung reaksi
j)  Jika terjadi kebakaran,segera padamkan api dengan alat pemadam kebakaran atau tutup dengan lap tebal yang sudah dibasahi dengan air.
k)  Cucilah tangan dengan sabun setelah selesai bekerja.


Pengertian, cabang-cabang,serta peranan biologi

Pengertian, cabang-cabang,serta peranan biologi

Pengertian Biologi dan cabang biologi
Biologi merupakan bagian dari sains. Biologi berasal dari kata bios yang berarti hidup, dan logos yang berarti ilmu. Jadi, Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup (organisme) baik yang bersifat makroskopis maupun mikroskopis. 

Organisme makroskopis adalah organisme yang dapat dilihat dengan mata secara langsung, misalnya tumbuhan tingkat tinggi, hewan, dan manusia.
Organisme mikroskopis adalah organisme yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Untuk melihat organisme mikroskopis, diperlukan alat bantu, misalnya lip, mikroskop cahaya, dan mikroskop electron. Contoh organisme mikroskopis, yaitu bakteri,Protista , dan beberapa jenis jamur dan ganggang.

Biologi muncul dan berkembang melalui pengamatan dan eksperimen terhadap organisme yang pernah ada atau hidup dibumi. Dari waktu ke waktu, pengamatan dan eksperimen biologi terus dilakukan dan ditunjang dengan penemuan peralatan modern sehingga objek kajian biologi semakin banyak dan beragam. Oleh karena itu,biologi dibagi menjadi beberapa cabang biologi.
Jumlah cabang biologi semakin banyak seiring dengan munculnya penemuan-penemuan baru. Cabang biologi yang ada saat ini sebagai berikut :
1.  Anatomi merupakan struktur bagian tubuh makhluk hidup.
2.  Anestesi , mempelajari pembiusan atau penghilangan rasa sakit yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan
3.  Bakteriologi mempelajari bakteri
4.  Bioteknologi mempelajari teknik pemanfaatan organisme untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia
5.  Botani mempelajari beraneka ragam tumbuh-tumbuhan
6.  Ekologi mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya
7.  Embriologi mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio
8. Entomologi mempelajari serangga
9. Etologi mempelajari tingkah laku makhluk hidup
10.  Evolusi mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi selama perlahan-lahan dibumi.
11.  Fisiologi mempelajari fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup
12.  Genetika mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya
13.  Higiene mempelajari berbagai usaha manusia untuk hidup sehat
14.  Histologi mempelajari jaringan tubuh
15. Imunologi mempelajari system kekebalan tubuh
16. Mikologi mempelajari jamur (fungi)
17.Mikrobiologi mempelajari organisme kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung
18.Morfologi mempelajari bentuk struktur makhluk hidup
19.Ornitologi mempelajari hewan golongan aves (burung)
20.Paleontologi mempelajari kehidupan hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil
21. Patologi mempelajari organisme parasite penyebab penyakit (patogen)
22. Filogeni mempelajari hubungan antara kelompok organisme berdasarkan evolusinya
23.Taksonomi mempelajari penanaman dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya
24. Teratologi mempelajari kelainan atu cacat embrio dalam kandungan
25. Virology mempelajari virus
26. Zoology mempelajari beraneka ragam.
Cabang cabang biologi tersebut diperlukan dalam menyelesaikan kasus dan masalah dalam kehidupan manusia. Dalam menangani masalah masalah tertentu, diperlukan kerja sama para ahli yang menguasai bidang ilmu tertentu.

Peranan Biologi
Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta menyejahterakan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, antara lain  sebagai berikut :
1. Bidang Kedokteran, misalnya teknik pembuatan bayi tabung, metode keluarga berencana (KB), cangkok organ tubuh, bedah plastik dan terapi gen.
2. Bidang farmasi, misalnya pembuatan vitamin sintetik,vaksin, antibiotic untuk bakteri dan jamur,antibody manoklonal,hormon insulin buatan, enzim-enzim buatan serta obat-obatan tradisional (jamu) dan modern.
3.  Bidang teknologi pangan, misalnya pembuatan keju,sosis, sarden,nata de coco,yoghurt,makanan suplemen,kecap,tapai,tempe,dan lain-lain
4. Bidang pertanian, misalnya penemuan bibit unggul, tanaman transgenic (tanaman hasil rekayasa genetika),kultur jaringan, teknologi hidroponik, dan pemandulan hama. Dengan rekayasa genetika dihasilkan tanaman dengan sifat sifat yang dikehendaki, misalnya tanaman yang tahan terhadap penyakit, tanaman yang batangnya tidak mudah roboh, dan masih banyak lagi.
5. Bidang peternakan, misalnya cloning untuk hewan, inseminasi buatan (kawin suntik), ayam petelur tanpa dibuahi oleh pejantan,dan hewan ternak yang bermutu unggul lainnya (memproduksi susu,daging, atau telur berkualitas tinggi).
6. Bidang perikanan, misalnya budi daya udang windu,budidaya kerang penghasil mutiara, dan budidaya ikan hias
7. Bidang industri, misalnya teknik pemisahan logam dari bijihnya dengan menggunakan bakteri.

8. Bidang pengelolaan lingkungan hidup, misalnya pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme dan menguraikan tumpahan minyak dilaut dan plastic dengan bakteri.

Contoh pola pikir yang menghambat kesuksesan

Beberapa contoh pola pikir yang mengalahkan diri anda dan menghambat anda untuk sukses

Orang orang yang tidak percaya diri umumnya terpaku pada apa yang dipikirkan orang lain untuk menentukan bagaimana penilaian tentang dirinya.
Mereka menghindari resiko karena takut mengalami kegagalan sehingga tidak akan membawa kepada kesuksesan. Mereka sering memandang rendah dirinya sendiri, memangkas umpan balik positif dan membesarkan asumsi merugikan yang memelihara sikap negative dan pola piker yang mengalahkan diri. Beberapa contoh pola piker mengalahkan diri adalah :

·        Berfikir ekstrem : inilah reaksi seseorang terhadap kritik atasannya tentang saran-sarannya. Satu kali gagal menyebabkan ia merasa, “saya mengalami kegagalan total ketika kinerja saya tidak sempurna”

·        Bencana yang sempurna : bencana tersembunyi di setiap sudut dan muncul seperti yang sudah diperkirakan. Sebagai contoh, sebuah detail yang buruk, sebuah kritikan kecil, atau komentar sepintas, sudah cukup untuk menghancurkan kenyataan. “ Presentasi saya kacau, jadi sekarang saya tidak akan pernah dipromosikan lagi.”

·        Membesarkan hal yang negatif : kinerja yang baik tidak terlalu diperhatikan disbanding dengan kinerja yang buruk. Itulah reaksi seseorang. “ Saya tahu bahwa saya memiliki catatan perjualan terbaik pada kuartal yang lalu, tetapi hal itu hanya keberuntungan. Sekarang saya kembali pada keadaan saya yang sesungguhnya. Saya hanya mencapai kuota saja pada kuartal ini, tidak lebih dari itu.”

·        Penekanan yang berlebihan pada pernyataan “seharusnya”. Pernyataan “seharusnya” dimaksudkan untuk mendorong diri kita menuju scenario yang sempurna, tetapi hal itu harus diikuti dengan pemikiran realistis yang menggambarkan “bagaimana adanya”. Ketika hal itu terbentuk, kita dapat merencanakan bagaimana bergerak dari tempat kitasekarang menuju ketempat yang “seharusnya”. Sering kali kita hanya melihat pada tempat kita berada , dan terpaku pada kekhawatiran ketika kita melihat diri kita masih jauh dari tempat yang seharusnya. Padahal seharusnya hal itu adalah saatnya kita berhenti, melihat, dan mendengarkan sehingga kita bisa berada dijalur yang benar


·        Kita kehilangan zona nyaman. Semenjak kanak kanak kita membangun lingkungan dimana kita merasa nyaman berada di dalamnya. Dalam keluarga Sally,ayahnya membuat semua keputusan. Anak anak diberi tahu bahwa mereka hanyalah untuk dilihat, bukan untuk didengar. Seakarang, sebagai seorang dewasa,seorang istri,seorang ibu, dan seorang pegawai ia merasa tidak nyaman ketika mengambil keputusan. Charlie bertahun tahun menjadi bintara administrasi di Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mepelajari dan mengikuti peraturan militer dengan taat. Dalam melakukan pekerjaan sipil pertamanya setelah pensiun,ia tidak dapat bekerja dengan efisien karena dalam perusahaannya tidak terdapat peraturan tertulis untuk membimbingnya bekerja seperti halnya dunia militer.

Pengertian sejarah secara umum, etimologi, sebagai ilmu,kisah,peristiwa, dan seni

Pengertian sejarah secara umum, etimologi, sebagai ilmu,kisah,peristiwa, dan seni

Definisi umum sejarah dijelaskan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu sejarah mencakup tiga hal, yakni sebagian berikut.

1.      Asal, usul, keturunan, dan silsilah
2.      Kejadian dan peristiwa yang bener-bener terjadi pada masa lampau; hikayat; tambo
3.      Pengetahuan atau uraian tentang kejadian dan peristiwa yang benar benar terjadi pada masa lampau
Secara etimologis, kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang artinya ‘pohon’. Sebagai simbol kehidupan, pohon, dari akar sehingga daunnya saling berkaitan. Seperti pohon, sejarah pada setiap peristiwanya berkaitan dan memengaruhi masa yang akan datang. Definisi ini juga merujuk pada silsilah raja atau dinasti pada masa lalu.

Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut dengan history yang diserap dari bahasa Yunani, yakni historia. Adapun dalam bahasa Jerman, disebut dengan geschichte dan dalam bahasa Belanda disebut dengan geschiendenis. Semua definisi tersebut mempunyai makna yang hamper sama, yaitu penyelidikan, pengumpulan, pengorganisasian, dan penyajian informasi mengenai peristiwa masa lampau manusia.
Secara terminologis, para sejarawan juga mempunyai pendapat masing-masing mengenai definisi sejarah, antara lain sebagai berikut:

·         Herodotus (484-425 SM) mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus kedepan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak melingkar,yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.
·         Ibnu khaldun (1332-1406M) mendifinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.
·         R.G. Collingwood (1889-1943) mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.
·         Leopold von Ranke menyatakan sejarah yang ditulis haruslah sebagaimana peristiwa itu terjadi ( wie es eigentlich gewesen ist )
·         Sartono Kartodirdjo (1921-2007) menyatakan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal, yaitu sejarah dalam arti objektif dan sejarah dalam arti subjektif. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. Adapun sejarah dalam arti objektif adalah proses sejarah dalam aktualitasnya, merujuk pada kejadian atau peristiwa itu sendiri.

Sejarah sebagai Ilmu
Sebagai Ilmu, sejarah termasuk ilmu-ilmu empiris (bahasa Yunani empiria yang berarti pengalaman), artinya sejarah bersandar pada pengamalan manusia yang sebenarnya , baik pengalaman indrawi maupun pengalaman batiniah (kepercayaan, nilai, norma, etos, pandang hidup, dan lain-lain). pengalaman itu direkam dalam dokumen, baik dokumen tertulis maupun dokumen tidak tertulis.
Sejarah sebagai Peristiwa
Sejarah sebagai suatu peristiwa memiliki sifat objektif dan unik. Objektif artinya sejarah sebagaimana terjadi (histoire realite). Adapun unik artinya peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali (einmaligh), tidak terulang lagi.
Sejarah sebagai Kisah
Sejarah sebagai kisah adalah hasil penelitian sejarawan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau menggunakan metode penelitian sejarah. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan penafsiran dan interpretasi.
Sejarah sebagai Seni

Sejarah sebagai seni berhubungan erat dengan cara penyampaian kisah sejarah dalam bentuk tulisan. Sejarah memerlukan intuisi dan imajinasi, melibatkan emosi, serta menggunakan gaya bahasa yang khas , cenderung kaku. Pelopor penggunaan unsur seni dalam sejarah adalah George Mascauly Travelyan. Menurut pendapatnya , penulisan sejarah memerlukan unsur seni agar lebih menarik (tidak kaku) dan tidak membosankan.