Friday, December 29, 2017

Pengertian, cabang-cabang,serta peranan biologi

Pengertian, cabang-cabang,serta peranan biologi

Pengertian Biologi dan cabang biologi
Biologi merupakan bagian dari sains. Biologi berasal dari kata bios yang berarti hidup, dan logos yang berarti ilmu. Jadi, Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup (organisme) baik yang bersifat makroskopis maupun mikroskopis. 

Organisme makroskopis adalah organisme yang dapat dilihat dengan mata secara langsung, misalnya tumbuhan tingkat tinggi, hewan, dan manusia.
Organisme mikroskopis adalah organisme yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Untuk melihat organisme mikroskopis, diperlukan alat bantu, misalnya lip, mikroskop cahaya, dan mikroskop electron. Contoh organisme mikroskopis, yaitu bakteri,Protista , dan beberapa jenis jamur dan ganggang.

Biologi muncul dan berkembang melalui pengamatan dan eksperimen terhadap organisme yang pernah ada atau hidup dibumi. Dari waktu ke waktu, pengamatan dan eksperimen biologi terus dilakukan dan ditunjang dengan penemuan peralatan modern sehingga objek kajian biologi semakin banyak dan beragam. Oleh karena itu,biologi dibagi menjadi beberapa cabang biologi.
Jumlah cabang biologi semakin banyak seiring dengan munculnya penemuan-penemuan baru. Cabang biologi yang ada saat ini sebagai berikut :
1.  Anatomi merupakan struktur bagian tubuh makhluk hidup.
2.  Anestesi , mempelajari pembiusan atau penghilangan rasa sakit yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan
3.  Bakteriologi mempelajari bakteri
4.  Bioteknologi mempelajari teknik pemanfaatan organisme untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia
5.  Botani mempelajari beraneka ragam tumbuh-tumbuhan
6.  Ekologi mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya
7.  Embriologi mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio
8. Entomologi mempelajari serangga
9. Etologi mempelajari tingkah laku makhluk hidup
10.  Evolusi mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi selama perlahan-lahan dibumi.
11.  Fisiologi mempelajari fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup
12.  Genetika mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya
13.  Higiene mempelajari berbagai usaha manusia untuk hidup sehat
14.  Histologi mempelajari jaringan tubuh
15. Imunologi mempelajari system kekebalan tubuh
16. Mikologi mempelajari jamur (fungi)
17.Mikrobiologi mempelajari organisme kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung
18.Morfologi mempelajari bentuk struktur makhluk hidup
19.Ornitologi mempelajari hewan golongan aves (burung)
20.Paleontologi mempelajari kehidupan hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil
21. Patologi mempelajari organisme parasite penyebab penyakit (patogen)
22. Filogeni mempelajari hubungan antara kelompok organisme berdasarkan evolusinya
23.Taksonomi mempelajari penanaman dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya
24. Teratologi mempelajari kelainan atu cacat embrio dalam kandungan
25. Virology mempelajari virus
26. Zoology mempelajari beraneka ragam.
Cabang cabang biologi tersebut diperlukan dalam menyelesaikan kasus dan masalah dalam kehidupan manusia. Dalam menangani masalah masalah tertentu, diperlukan kerja sama para ahli yang menguasai bidang ilmu tertentu.

Peranan Biologi
Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta menyejahterakan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, antara lain  sebagai berikut :
1. Bidang Kedokteran, misalnya teknik pembuatan bayi tabung, metode keluarga berencana (KB), cangkok organ tubuh, bedah plastik dan terapi gen.
2. Bidang farmasi, misalnya pembuatan vitamin sintetik,vaksin, antibiotic untuk bakteri dan jamur,antibody manoklonal,hormon insulin buatan, enzim-enzim buatan serta obat-obatan tradisional (jamu) dan modern.
3.  Bidang teknologi pangan, misalnya pembuatan keju,sosis, sarden,nata de coco,yoghurt,makanan suplemen,kecap,tapai,tempe,dan lain-lain
4. Bidang pertanian, misalnya penemuan bibit unggul, tanaman transgenic (tanaman hasil rekayasa genetika),kultur jaringan, teknologi hidroponik, dan pemandulan hama. Dengan rekayasa genetika dihasilkan tanaman dengan sifat sifat yang dikehendaki, misalnya tanaman yang tahan terhadap penyakit, tanaman yang batangnya tidak mudah roboh, dan masih banyak lagi.
5. Bidang peternakan, misalnya cloning untuk hewan, inseminasi buatan (kawin suntik), ayam petelur tanpa dibuahi oleh pejantan,dan hewan ternak yang bermutu unggul lainnya (memproduksi susu,daging, atau telur berkualitas tinggi).
6. Bidang perikanan, misalnya budi daya udang windu,budidaya kerang penghasil mutiara, dan budidaya ikan hias
7. Bidang industri, misalnya teknik pemisahan logam dari bijihnya dengan menggunakan bakteri.

8. Bidang pengelolaan lingkungan hidup, misalnya pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme dan menguraikan tumpahan minyak dilaut dan plastic dengan bakteri.

Contoh pola pikir yang menghambat kesuksesan

Beberapa contoh pola pikir yang mengalahkan diri anda dan menghambat anda untuk sukses

Orang orang yang tidak percaya diri umumnya terpaku pada apa yang dipikirkan orang lain untuk menentukan bagaimana penilaian tentang dirinya.
Mereka menghindari resiko karena takut mengalami kegagalan sehingga tidak akan membawa kepada kesuksesan. Mereka sering memandang rendah dirinya sendiri, memangkas umpan balik positif dan membesarkan asumsi merugikan yang memelihara sikap negative dan pola piker yang mengalahkan diri. Beberapa contoh pola piker mengalahkan diri adalah :

·        Berfikir ekstrem : inilah reaksi seseorang terhadap kritik atasannya tentang saran-sarannya. Satu kali gagal menyebabkan ia merasa, “saya mengalami kegagalan total ketika kinerja saya tidak sempurna”

·        Bencana yang sempurna : bencana tersembunyi di setiap sudut dan muncul seperti yang sudah diperkirakan. Sebagai contoh, sebuah detail yang buruk, sebuah kritikan kecil, atau komentar sepintas, sudah cukup untuk menghancurkan kenyataan. “ Presentasi saya kacau, jadi sekarang saya tidak akan pernah dipromosikan lagi.”

·        Membesarkan hal yang negatif : kinerja yang baik tidak terlalu diperhatikan disbanding dengan kinerja yang buruk. Itulah reaksi seseorang. “ Saya tahu bahwa saya memiliki catatan perjualan terbaik pada kuartal yang lalu, tetapi hal itu hanya keberuntungan. Sekarang saya kembali pada keadaan saya yang sesungguhnya. Saya hanya mencapai kuota saja pada kuartal ini, tidak lebih dari itu.”

·        Penekanan yang berlebihan pada pernyataan “seharusnya”. Pernyataan “seharusnya” dimaksudkan untuk mendorong diri kita menuju scenario yang sempurna, tetapi hal itu harus diikuti dengan pemikiran realistis yang menggambarkan “bagaimana adanya”. Ketika hal itu terbentuk, kita dapat merencanakan bagaimana bergerak dari tempat kitasekarang menuju ketempat yang “seharusnya”. Sering kali kita hanya melihat pada tempat kita berada , dan terpaku pada kekhawatiran ketika kita melihat diri kita masih jauh dari tempat yang seharusnya. Padahal seharusnya hal itu adalah saatnya kita berhenti, melihat, dan mendengarkan sehingga kita bisa berada dijalur yang benar


·        Kita kehilangan zona nyaman. Semenjak kanak kanak kita membangun lingkungan dimana kita merasa nyaman berada di dalamnya. Dalam keluarga Sally,ayahnya membuat semua keputusan. Anak anak diberi tahu bahwa mereka hanyalah untuk dilihat, bukan untuk didengar. Seakarang, sebagai seorang dewasa,seorang istri,seorang ibu, dan seorang pegawai ia merasa tidak nyaman ketika mengambil keputusan. Charlie bertahun tahun menjadi bintara administrasi di Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mepelajari dan mengikuti peraturan militer dengan taat. Dalam melakukan pekerjaan sipil pertamanya setelah pensiun,ia tidak dapat bekerja dengan efisien karena dalam perusahaannya tidak terdapat peraturan tertulis untuk membimbingnya bekerja seperti halnya dunia militer.

Pengertian sejarah secara umum, etimologi, sebagai ilmu,kisah,peristiwa, dan seni

Pengertian sejarah secara umum, etimologi, sebagai ilmu,kisah,peristiwa, dan seni

Definisi umum sejarah dijelaskan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu sejarah mencakup tiga hal, yakni sebagian berikut.

1.      Asal, usul, keturunan, dan silsilah
2.      Kejadian dan peristiwa yang bener-bener terjadi pada masa lampau; hikayat; tambo
3.      Pengetahuan atau uraian tentang kejadian dan peristiwa yang benar benar terjadi pada masa lampau
Secara etimologis, kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang artinya ‘pohon’. Sebagai simbol kehidupan, pohon, dari akar sehingga daunnya saling berkaitan. Seperti pohon, sejarah pada setiap peristiwanya berkaitan dan memengaruhi masa yang akan datang. Definisi ini juga merujuk pada silsilah raja atau dinasti pada masa lalu.

Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut dengan history yang diserap dari bahasa Yunani, yakni historia. Adapun dalam bahasa Jerman, disebut dengan geschichte dan dalam bahasa Belanda disebut dengan geschiendenis. Semua definisi tersebut mempunyai makna yang hamper sama, yaitu penyelidikan, pengumpulan, pengorganisasian, dan penyajian informasi mengenai peristiwa masa lampau manusia.
Secara terminologis, para sejarawan juga mempunyai pendapat masing-masing mengenai definisi sejarah, antara lain sebagai berikut:

·         Herodotus (484-425 SM) mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus kedepan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak melingkar,yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.
·         Ibnu khaldun (1332-1406M) mendifinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.
·         R.G. Collingwood (1889-1943) mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.
·         Leopold von Ranke menyatakan sejarah yang ditulis haruslah sebagaimana peristiwa itu terjadi ( wie es eigentlich gewesen ist )
·         Sartono Kartodirdjo (1921-2007) menyatakan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal, yaitu sejarah dalam arti objektif dan sejarah dalam arti subjektif. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. Adapun sejarah dalam arti objektif adalah proses sejarah dalam aktualitasnya, merujuk pada kejadian atau peristiwa itu sendiri.

Sejarah sebagai Ilmu
Sebagai Ilmu, sejarah termasuk ilmu-ilmu empiris (bahasa Yunani empiria yang berarti pengalaman), artinya sejarah bersandar pada pengamalan manusia yang sebenarnya , baik pengalaman indrawi maupun pengalaman batiniah (kepercayaan, nilai, norma, etos, pandang hidup, dan lain-lain). pengalaman itu direkam dalam dokumen, baik dokumen tertulis maupun dokumen tidak tertulis.
Sejarah sebagai Peristiwa
Sejarah sebagai suatu peristiwa memiliki sifat objektif dan unik. Objektif artinya sejarah sebagaimana terjadi (histoire realite). Adapun unik artinya peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali (einmaligh), tidak terulang lagi.
Sejarah sebagai Kisah
Sejarah sebagai kisah adalah hasil penelitian sejarawan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau menggunakan metode penelitian sejarah. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan penafsiran dan interpretasi.
Sejarah sebagai Seni

Sejarah sebagai seni berhubungan erat dengan cara penyampaian kisah sejarah dalam bentuk tulisan. Sejarah memerlukan intuisi dan imajinasi, melibatkan emosi, serta menggunakan gaya bahasa yang khas , cenderung kaku. Pelopor penggunaan unsur seni dalam sejarah adalah George Mascauly Travelyan. Menurut pendapatnya , penulisan sejarah memerlukan unsur seni agar lebih menarik (tidak kaku) dan tidak membosankan.

Thursday, December 28, 2017

pengertian,struktur,ciri ciri, dan kebahasaan laporan hasil observasi materi bahasa indonesi

Pengertian,struktur,ciri ciri,dan kebahasaan laporan hasil observasi

Teks Laporan Hasil Observasi dalam bahasa inggris disebut dengan report, yang artinya merupakan teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil observasi.

Adapun ciri ciri Laporan Hasil Observasi adalah sebagai berikut :
·        Bersifat objektif (menyajikan fakta fakta tentang keadaan , peristiwa, tempat, benda , dan orang berdasarkan pengamatan)
·        Disusun secara lengkap dengan sistematis
·        Tidak memasukkan data pribadi
·        Menggunakan bahasa baku
·        Menambah pengetahuan dan wawasan pembacanya

Struktur laporan secara umum :
·        Berupa teks yang tersusun secara baku dan lengkap pendahuluan, pembahasan , dan simpulan
·        Dapat dilengkapi pengantar ,daftar isi, dan daftar pustaka

Struktur laporan secara khusus :
·        Judul
·        Pernyataan umum atau klasifikasi
·        Aspek yang dilaporakan :
1.     Deskripsi bagian
2.     Deskripsi manfaat

Perbedaan LHO dengan teks deskripsi adalah :
Ø LHO atau Laporan Hasil Observasi :
1.     Bersifat universal atau umum
2.     Tidak terbatas pada ruang dan waktu
3.     Lebih menekankan pada pengelompokkan atau klasifikasi suatu subjek secara umum

Ø Teks Deskripsi :
1.     Bersifat unik dan individu
2.     Terbatas pada ruang dan waktu
3.     Lebih menekankan pada penggambaran dan ciri sesuatu secara lebih khusus.